Terapkan 10 Cara Ini Agar Kendaraan Anda Hemat BBM

Terapkan 10 Cara Ini Agar Kendaraan Anda Hemat BBM

kemacetan

Jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang rencananya akan berlaku mulai dini hari nanti tak perlu menyikapinya dengan panik. Anda bisa menjaga keuangan dengan sistem berkendara lebih arif.

Seperti dikenal, bensin dan solar bersubsidi hampir dipastikan naik dari Rp4.500 menjadi Rp6.500, sementara ragam solar menjadi Rp5.500. Lihat juga: mesin potong rumput

 

Berikut kiat dari eks kampiun kejuaraan reli terganas di dunia, Rally Dakkar:

1. Berkendaralah dengan sopan santun dan tertib berlalulintas

Inilah dasar dari seluruh dasar berkendara. Mengemudi dengan ugal-ugalan, kasar, menghentak, dengan percepatan mendadak, bukan cuma memboroskan bahan bakar, tapi juga menghabiskan karet ban kendaraan beroda empat, serta memperpendek usia kendaraan itu sendiri. Dasarnya merupakan, berkendara dengan maksimal membikin hatipun hening dan berbahagia.

Perhitungkanlah daerah tujuan kita pergi, jam berapa patut tiba disana, dan berapa menit kita patut berkendara, pastikan yang paling utama merupakan Safety-drive.

2. Hindarilah kemacetan dan jam-jam macet.

Menurut pengalaman aku di Jepang, jalan yang macet serta antrean yang panjang khususnya pada lampu merah membikin kendaraan sering kali stop – jalan – stop (berhenti & go) dikala menunggu giliran lampu hijau. Ini mengakibatkan borosnya konsumsi bahan bakar.

Oleh sebab itu, perkirakan dengan jitu jalan mana yang ada kemacetan serta hindari jalan yang berpotensi macet pada jam-jam tertentu.

Pada dikala jalan macet, kecepatan kendaraan turun drastis dari normal 40 Km/jam menjadi 20 Km/jam. Jikalau kondisi ini terjadi pada kendaraan beroda empat yang sama, berjalan pada jalan yang sama tetapi pada dikala jalan hal yang demikian tak macet, karenanya tarif pemborosan bahan bakar kendaraan beroda empat hal yang demikian akan dapat naik sampai 30 persen.

Oleh sebab itu, pastikan anda mempertimbangkan daerah tujuan dengan memeriksa situasi jalan lewat Car-Navigasi (GPS) maupun peta untuk rute yang akan dicapai. Sebab dapat disimpulkan bahwa, waktu anda akan dapat saja terbuang sekitar satu jam dikala kehilangan arah (nyasar) serta sekitar 10 menit waktu percuma untuk berputar-putar mencari daerah parkir, hal ini akan memperburuk konsumsi bahan bakar sekitar 13 persen.

3. Menekan pedal gas secara pelan.

Ada sebagian pengemudi yang sering kali menekan lalu melepas gas (mengayun-ayun) sedangkan kendaraan beroda empat sedang berjalan dengan kecepatan konstan. Metode mengayun seperti ini membikin hanyalah daya kerja pedal gas menjadi percuma yang sia-sia, akselerasi serta deselerasinya cuma akan memperboros konsumsi bahan bakar kendaraan.

Harap dipertahankan injakan pedal gas pada dikala kecepatan kendaraan konstan.

4. Akselerasi dengan tak terlalu tinggi menaikkan putaran mesin (rpm)

Ada dua sistem mempercepat kendaraan merupakan dengan menekan pedal gas 1/5 saja (dinamakan: percepatan santai). Dan satu sistem lainnya merupakan dengan menekan pedal gas sebesar 1/3 nya (dinamakan: percepatan bergegas) .

Atur putaran engine sekitar 1.500 rpm saja, usahakan jangan hingga putaran engine melebihi dari 2.000 rpm untuk percepatan kendaraan beroda empat.

5. Jaga jarak aman dengan kendaraan didepannya

Jikalau jarak dengan kendaraan di depan anda terlalu dekat, anda patut menyesuaikan diri dengan situasi kendaraan beroda empat hal yang demikian, dimana kalau ia mengerem kitapun ikut serta mengerem. Jikalau ia mempercepat kitapun ikut serta mempercepat. Bila-hal seperti ini memberi pengaruh borosnya penerapan bahan bakar.

Jikalau jarak dengan kendaraan beroda empat depan cukup jauh, kendaraan beroda empat kita menjadi bebas berjalan pantas dengan kehendak kita tanpa diberi pengaruh oleh pergerakan kendaraan beroda empat depan.

Pandangan malah bebas, serta gampang memperhitungkan manuver kendaraan beroda empat. Pakai, kita tak terjebak menjalankan percepatan-percepatan yang tak dibutuhkan.

6. Empat teknik Engine Brake

Cara-kendaraan beroda empat jaman kini kebanyakan telah dilengkapi dengan system pompa injeksi (jet/nozzle) bahan bakar. Dimana metode akan menghentikan suplai bahan bakar pada dikala dikerjakan engine brake, jadi hal ini benar-benar sungguh-sungguh berguna dalam penghematan bahan bakar. Melainkan penghentian bahan bakar pada dikala engine brake berbeda-beda tiap-tiap merk kendaraan beroda empat lain.

Pada biasanya dikala putaran engine 1200~1500 rpm, lalu anda melepaskan pijakan pada pedal gas karenanya bahan bakar akan terhenti. Sebenarnya pada dikala rpm menempuh kurang dari 1200, bahan bakar kembali di injeksikan untuk mensuplai keperluan pantas putaran idling engine saja.

Pada dikala anda memperlambat kendaraan atau dikala kendaraan beroda empat lewat bawaan, dimana pada transmission terjadi penurunan ke gigi rendah (shift-down), putaran engine akan konsisten pada kisaran 1200~1500 rpm, tetapi bahan bakar tak disuplai untuk bentang waktu yang lebih lama.

7. Jangan terlalu lama memanaskan mesin

Anda patut mengerti bahwa 15 detik sesudah anda menghidupkan mesin, oli mesin telah bersirkulasi ke segala komponen-komponen mesin kendaraan beroda empat. Bila setelah 15 detik itu mesin kendaraan beroda empat anda telah siap diaplikasikan.

Kian anda memanaskan mesin kendaraan beroda empat selama 3 menit, karenanya berarti anda buang percuma sampai 100cc bahan bakar .

Jadi panaskanlah kendaraan beroda empat lebih lanjut dengan sistem mengendarainya pelan-lahan sambil melihat jarum suhu air pendingin mesin naik hingga ke posisi normalnya.

8. Jangan terlalu dekat

Bila ini akan memboroskan bahan bakar, sebab untuk memanaskan kembali mesin yang telah mulai mendingin membutuhkan sekitar 50 cc bahan bakar yang tak terpakai maksimal. Apalagi kalau daerah yang dituju sungguh-sungguh dekat dimana mesin yang telah mulai panas bahkan di matikan dan sebagian dikala kemudian mesin yang mulai mendingin itu sekali lagi dihidupkan.

Perhitungkan matang-matang seandainya anda akan mengendarai antar-jemput jarak dekat, atau pulang pergi shopping dan lain sebagainya.

9. Jangan membebani kendaraan dengan bobot berlebih.

Memuati kendaraan dengan barang-barang yang berat, melebihi berat isi maksimum penumpang, akan mengakibatkan berat sempurna kendaraan hal yang demikian bertambah berat, sungguh-sungguh memberi pengaruh daya kerja rem, mempersulit pembatasan, serta memperburuk konsumsi bahan bakar.

Jangan memuat bobot berlebihan pada kendaraan anda. Tiap ringan 100 kg bobot bagi kendaraan, kian bertambah hemat (hingga 3 persen) bahan bakar yang diaplikasikan.

Oleh sebab itu penghematan bahan bakar juga bisa ditempuh dengan mengganti segala velg yang diterapkan dengan Empat.

10. Periksa tekanan angin ban

Agar kali roda bergulir, permukaan roda yang menapak pada jalan akan menyangga berat kendaraan disertai dengan perubahan format dari tapak ban itu sendiri.

Ini disebut sebagai resistansi gulir (tahanan gulir). Tekanan angin ban yang kurang, mengakibatkan tahanan gulir membesar dan menyebabkan pemborosan bahan bakar.

11. Efektim mengaplikasikan AC

Anda patut mengenal bahwa pada dikala switch AC dinyalakan karenanya daya mesin akan diambil oleh metode AC sampai sebesar 5 PK (tergantung ukuran kendaraan) untuk menggerakkan kompresor dan system berkaitan.

Cara-kendaraan beroda empat ber-cc kecil, akan kehilangan sekitar 10 persen dari konsumsi bahan bakarnya untuk AC hal yang demikian. AC dapat diaplikasikan secara tepat sasaran, sebaiknya anda membuka dulu pintu kendaraan beroda empat hingga udara panas keluar dari dalam kendaraan, baru kemudian menyalakan mesin AC.

Baca: pompa air

Anda bisa juga mengembangkan daya kerja AC dengan mematikan switch AC dikala memerlukan engine power, umpamanya pada dikala akselerasi ataupun dikala kendaraan lewat jalan tanjakan. Lalu menyalakannya kembali setelah berakselerasi maupun setelah trek mulai menurun.

Atau anda dapat memanfaatkan Economy mode dimana bobot dari kompresor berkurang , maupun tak terlalu mengeset temperatur AC pada suhu yang terlalu rendah.