Desain Bangunan Perpustakaan Indah di Dunia

Desain Bangunan Perpustakaan Indah di Dunia

Apabila Anda yakni penggemar minimalisme, mungkin lebih bagus Anda menutup mata. Namun seandainya Anda, seperti halnya penulis Jorge Luis Borges, mempercayai bahwa Surga yakni semacam perpustakaan, karenanya bersiap-siaplah, sebab Anda akan dibawa ke surga dunia.

Biblioteca Apostolica Vaticana (The Vatican Library), Roma, Italia
Perpustakaan Vatikan bermula pada abad ke-4 Masehi, meskipun formatnya yang kini baru dikukuhkan pada abad ke-15.

Pada abad ke-16, Paus Sixtus V minta arsitek Domenico Fontana membangun gedung baru yang dapat menaruh koleksi Vatikan. Hingga kini gedung ini masih digunakan.

Saking mewahnya dekorasi gedung itu, hingga-hingga formatnya menjadi semacam rentetan geometri simetris yang kompleks.

Seperti kebanyakan rumit Vatikan lainnya, perpustakaan ini menunjukkan dampak spiritual dan duniawi yang memungkinkan Vatikan menegaskan keberadaannya sebagai sebuah negara berdaulat.

Kecuali berisi beraneka dokumen dari sepanjang peradaban manusia, perpustakaan ini juga menaruh naskah Injil tertua.

Ketika pustakawan di sini menyuruhmu membisu, mungkin Anda semestinya mendengarkannya sebab cuma kardinal yang dapat menjadi pustakawan di sini.

Stiftsbibliothek Kremsmnster (Perpustakaan Kremsmnster Abbey), Austria
Gereja Kremsmnster didirikan tahun 777 sebelum masehi. Gereja ini menaruh Codex Millenarius, manuskrip Injil familiar dari abad ke-8 yang menandakan Santo Lukas sebagai kerbau terbang (Matius, Markus, dan Yohanes dibeberkan sebagai pria bersayap, singa, dan elang).

Terlepas dari razia pada abad ke-10, yang kerusakannya kemudian dibetulkan Kaisar Henry II, Kremsmnster selamat dari penjarahan, penghancuran, dan pengambilalihan oleh aristokrat.

Tidak mengherankan, sebab gereja ini berlokasi di atas bukit seperti sebuah benteng yang juat.

Seperti banyak perpustakaan di Eropa, Kremsmnster dibangun ulang dengan gaya Barok yang populer pada abad ke-17.

Beberapa pesar permukaannya (untungnya lantainya tak) dihias secara kompleks dengan pahatan, hiasan muncul, dan lukisan di langit-langit meskipun semacam itu, perpustakaan ini dapat dibilang lebih simpel seandainya dibandingi dengan sebagian perpustakaan cantik lainnya.

Buku sebagai aset intelektual dan tradisi dahulu dianggap lebih berharga ketimbang permata, sehingga masuk nalar bagi mereka untuk menaruh dan memamerkan buku di kotak perhiasan yang cantik.

Biblioteca Statale Oratoriana dei Girolamini (Perpustakaan Girolamini), Napoli, Italia

Perpustakaan Girolamini yakni komponen dari rumit besar yang didirkan oleh ordo Oratoria.

Lorong perpustakaan ini adalah sebuah ruang mengesankan yang terdiri dari tiga lantai yang elegan: dua tingkat lemari buku yang diukir, sementara puncaknya yakni karya plaster gaya barok serta lukisan fresco.

Volume buku yang ditampilkan di sini amat mengesankan bahwa inilah daerah pelajaran dan penelitian sekalian gudang pengetahuan.

Padahal koleksinya banyak, tetapi daerah ini amat kuat dalam koleksi musik: ordo Oratoria percaya akan pentingnya musik dan nyanyian dalam perenungan keagamaan.