TIPS MERENCANAKAN KULIAH KE LUAR NEGERI

TIPS MERENCANAKAN KULIAH KE LUAR NEGERI

Berdasarkan survei terkini, setidaknya ada 4,3 juta mahasiswa yang tak kuliah di negara asal, alias kuliah ke luar negeri. Lebih dari separo proporsi hal yang demikian merupakan para mahasiswa asal Asia. Dimanakah mereka berkuliah? Berdasarkan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), negara destinasi kuliah paling populer merupakan Australia, Inggris, Swiss, Selandia Baru dan Austria.

Baca >> IB SCHOOL JAKARTA

1. ALASAN APA YANG MENDORONG BANYAK MAHASISWA KULIAH KE LUAR NEGERI?
Seluruh mahasiswa yang berkeinginan berhasil dalam perekonomian global semestinya kuliah di luar negeri, kata Daniel Obst, wakil deputi wakil presiden Kemitraan Internasional dalam Pengajaran Tinggi untuk Institute of International Education (IIE) di Amerika Serikat. Kenapa demikian? Sebab Perusahaan mencari para jebolan yang bisa berprofesi di regu-regu multinasional, yang mengobrol dalam beraneka bahasa, yang bisa berprofesi dengan gampang melintasi area waktu berbeda-beda, dan yang mempunyai keluwesan serta kesanggupan penyesuaian diri yang diperoleh dari tinggal di luar negeri.

2. APA YANG PERLU DISIAPKAN JIKA INGIN KULIAH KE LUAR NEGERI?
Bagi orang tua dan pelajar yang berkeinginan kuliah ke luar negeri — berikut ini merupakan hal-hal yang perlu dikenal:

a. Apa yang dibutuhkan
Kau perlu belajar mandiri untuk dapat mengurus diri sendiri saat jauh dari rumah, di daerah yang asing dan menerapkan bahasa berbeda. Setidaknya mulailah belajar bahasa asing, paling tak agar kau bisa berkomunikasi di sana.

b. Berapa lama semestinya mempersiapkan diri
Mulailah sesegera mungkin seperti itu kau menetapkan akan kuliah ke luar negeri. Sebab butuh waktu untuk memenuhi persyaratan registrasi, mendaftar, membikin visa pelajar dan persiapan lainnya, terlebih jikalau kau berkeinginan mengambil jalanan beasiswa atau bantuan keuangan lainnya. Mulailah mencari kabar perihal program kuliah, syarat masuk, sistem mendaftar, atau beasiswa seawal mungkin, agar kau punya cukup waktu untuk mempersiapkan semuanya dengan bagus. Sebaiknya kau mulai memikirkan perihal jurusan yang berkeinginan kau ambil dan mencari kabar tentangnya semenjak SMU kelas 2.

c. Mencari kabar
Ada banyak ragam program kuliah di luar negeri di semua dunia, dengan tingkat kesusahan dan durasi yang berbeda-beda. Beberapa besar program disajikan dalam Bahasa Inggris, malahan di Jerman sekalipun, banyak program kuliah S1 dan S2 yang disajikan dalam bahasa Inggris. Ada juga program kuliah yang memungkinkan kau untuk menerima gelar dari dua institusi pengajaran sekalian (umpamanya twinning programme di Malaysia).
Di Inggris, kau bisa menuntaskan program master/S2 dalam satu tahun sementara di negara lain butuh 2 tahun. Di University of Cambridge, gelar MBA bisa dituntaskan dalam 12 bulan dengan tarif £49.000 (Rp958 juta). Meskipun butuh tarif dua kali lipat untuk menuntaskan gelar MBA di Harvard University di Amerika.
Belum memenuhi syarat masuk? Tak berarti kau tak dapat kuliah di luar negeri. Kau dapat mengambil program persiapan/foundation khususnya dulu sebelum melanjutkan ke program gelar (S1/S2). Istilah untuk program persiapan ini bervariasi. Malaysia menyebutnya dengan istilah pre-university, dan negara-negara lain memberikan sebutan lain, seperti pathway programme atau bridging programme.

Baca juga >> Cambridge Curriculum

d. Cari tahu apakah dapat mentransfer kredit
mahasiswa dapat mentransfer kredit, umpamanya belajar selama satu semester di kampus asing. Dengan demikian, walau kuliah di Indonesia, kau juga dapat menerima pengalaman dan ilmu dari kampus-kampus ternama di dunia. Berdasarkan Kemenristek Dikti, di tahun 2015 telah ada 700 mahasiswa yang meniru program transfer kredit selama satu semester. Untuk kedepannya, Dikti menargetkan 1.000 peserta.

e. Menyiapkan tarif
Tentunya perlu menyiapkan tarif jikalau berkeinginan kuliah ke luar negeri. Kuliah di luar negeri tak senantiasa benar-benar mahal. Kongkritnya, kuliah S1 di Jerman lebih murah diperbandingkan dari kuliah di universitas-universitas elit di Indonesia. Tarif kuliah di Eropa relatif lebih murah jikalau diperbandingkan dengan negara lainnya.
Kecuali tarif kuliah, perlu juga menyiapkan anggaran untuk tarif hidup. Tarif hidup ini bisa diringankan oleh penghasilan dari profesi part-time, selama tak mengganggu studi kau. Sebelumnya, pelajari dulu aturan dan ketetapan untuk kuliah sambil part-time/kerja sambilan di luar negeri. Agar mempunyai ilustrasi, kisaran tarif hidup di luar negeri bisa dibaca di sini.

f. Asuransi kesehatan
Inggris, Amerika dan Australia mengharuskan mahasiswa internasional untuk mempunyai asuransi kesehatan. Umumnya universitas akan menganjurkan asuransi mahasiswa. Namun jikalau kau sudah mempunyai opsi sendiri, dan asuransi hal yang demikian bisa dipakai di luar negeri, kau tak perlu membeli asuransi lainnya.

g. Manfaatkan teknologi, konsisten dekat dengan keluarga
Belajar di luar negeri kini ini benar-benar berbeda dari 20 tahun lalu — kini jauh lebih gampang untuk konsisten berkaitan. “Kami kerap kali bicara dengan putri kami melewati Skype,” kata O’Shaughnessy. “Kami letakkan komputer jinjing di meja makan dan mengobrol kepadanya seolah-olah dia juga duduk di meja dan sedang makan bersama.”
Orang tua tentunya akan merasa cemas dan memikirkan si kecil yang tinggal jauh di rumah. Akan tapi tak dianjurkan terlalu mengikat si kecil. Bagaimanapun juga mereka perlu dilepas untuk menjadi dewasa. Si perlu disokong untuk berbaur dengan kehidupan lokal, mengetahui sahabat baru, menikmati hal-hal baru dan menambah wawasan.

 

Artikel mengenai sekolah internasional disini >>> sekolah di bsd