Emas Turun, sebagai Sentra Konsentrasi di US Bisa Berdampak Ke Indonesia Juga?

Emas Turun, sebagai Sentra Konsentrasi di US Bisa Berdampak Ke Indonesia Juga?

Emas turun pada Selasa pagi di Asia, dengan seluruh mata kini tertuju pada hasil pemilihan AS dan potensi ketidakpastiannya.

Emas berjangka turun 0,02% menjadi $ 1,892.10 pada , menyerahkan profit sebelumnya. Dolar yang lebih lemah juga menolong menaikkan harga sebelumnya. – https://www.lakuemas.com/

Dikala pemilu AS menjelang hari terakhir pemungutan bunyi secara lantas, pemberi modal memperhatikan emas untuk memanfaatkan segudang ketidakpastian yang berputar-putar seputar akhirnya. Pesaing Demokrat Joe Biden tampaknya paling mungkin untuk memenangkan tempat duduk kepresidenan, melainkan kompetisi di negara komponen medan pertempuran masih jauh dari pasti.

Presiden Donald Trump juga, pada waktu yang berbeda, menyuarakan bahwa ia akan menolak untuk mendapatkan hasil pemungutan bunyi sekiranya ia keok. Ketidakpastian yang dijadikan oleh hal ini menunjang perpindahan ke aset safe-haven.

Bila Joe Biden dan Demokrat menang, pasar juga menetapkan apa yang kemungkinan besar adalah program stimulan COVID-19 yang substansial, melemahkan dolar dan meningkatkan skor emas sebagai respons. Potensi Demokrat merajai DPR, Kongres dan tempat duduk kepresidenan juga menghasilkan skenario positif untuk harga emas.

“Pandangan rentang panjang ialah bullish di tengah ekspektasi bahwa kita akan menerima banjir stimulan besar dari AS yang pada alhasil akan melemahkan dolar AS dan mengirim emas lebih tinggi,” kata kepala taktik pasar global di perusahaan jasa keuangan Axi, Stephen Innes, terhadap Reuters.

Tapi, lonjakan besar COVID-19 di segala Eropa dan AS memunculkan kekhawatiran atas tekanan ekonomi yang menunjang harga emas turun sebagai respons, dengan Innes melanjutkan: “Pedagang emas kuatir bahwa penguncian ini bisa menyebabkan tekanan deflasi emas selanjutnya perdagangan benar-benar untuk perdagangan refleksi. ”

Sesudah pemilu, pemberi modal menunggu kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diwariskan pada Kamis. Reserve Bank of Australia memangkas suku bunganya menjadi 0,10% dari 0,25%, dan juga mengatakan bahwa dewan akan membeli obligasi pemerintah senilai AUD100 miliar ($ 70,30 miliar), sebab kebijakannya diwariskan pada hari sebelumnya. Bank of England akan mengeluarkan kebijakannya sendiri pada hari Kamis.

Harga emas naik untuk hari kedua berturut-ikut serta, mendekati $ 1.900 per ons, sebab kerumunan daerah berlindung yang aman memanfaatkan ketidakpastian atas hasil pemilihan AS hari Selasa dan ledakan kasus Covid-19 baru.

Hedging memasuki pertemuan kebijakan bulanan Federal Reserve dan Bank of England hari Kamis juga mengambil tawaran untuk emas digital.

Emas yang diperdagangkan di New York untuk pengiriman Desember menuntaskan sesi Senin naik $ 12,60, atau 0,7%, pada $ 1,892,50. Ini naik 0,6% pada hari Jumat sedangkan menutup perdagangan penuh Oktober turun 0,7%.

“Ini pekan pemilihan, melainkan juga pekan Fed dan pekan BoE,” kata TD Securities dalam sebuah catatan. “Lihat lembar contekan kami untuk malam pemilihan, di mana kami beranggapan bahwa pasar emas secara khusus mencari skenario Blue Wave, sementara pemilihan yang diperebutkan mewakili risiko terbesar untuk bug emas.”

Kandidat dari partai Demokrat atau “Biru” Joe Biden berupaya untuk merebut tempat duduk kepresidenan AS dari calon presiden dari Partai Republik atau “Merah” Donald Trump dalam pemilu 3 November, dengan jajak anggapan yang memperlihatkan penantangnya memimpin.

Di sisi bank sentral, BoE dan Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tak berubah dalam pengumuman kebijakan bulanan mereka pada hari Kamis.

Wabah kasus virus korona baru yang mengkhawatirkan di segala dunia juga sudah meningkatkan emas semenjak Jumat. Prancis dan Jerman sudah melegalkan penguncian baru sementara Inggris akan bergerak menuju penguasaan serupa akhir minggu ini. Di Amerika Serikat, Walikota New York Bill de Blasio mengatakan ia terus “mengawasi dengan benar-benar jitu” pada peningkatan jumlah kasus sebab bekas hotspot Covid-19 menempuh “tingkat yang mengkhawatirkan.” Amerika Serikat mencatat rekor lain untuk infeksi baru pada hari Jumat, dengan hampir 100.000 kasus dilaporkan.

Semenjak ketika itu, kedua belah pihak sudah menemui jalan buntu dalam agenda bantuan berturut-ikut serta ke CARES. Konflik pada dasarnya sudah mengenai ukuran stimulan selanjutnya sebab ribuan orang Amerika, terlebih di sektor penerbangan, berisiko kehilangan profesi mereka tanpa bantuan lebih lanjut.

 

Kunjungi Juga : Tabungan Emas